Cerita Hokkie yang Tidak Hoki

“In your abandoned garden …”

Abandoned Garden – Michael Franks

Meski punya roda sendiri, hari itu gerobak-gerobak baso tahu tak bisa menetukan sendiri arah gulirnya. Mereka yang bercokol di taman-taman diangkut oleh sekelompok polisi penertiban, dinaikkan ke truk dan pick up, lalu ditentukan ke mana harus bergulir oleh roda nasib. “Taman itu adalah tempat penghijauan, untuk asesoris kota supaya indah,” ujar Pak Subiyakto, Kepala Seksi Penertiban.

resizedsatu

IMG_0957

“Ini namanya hokkie yang nggak hoki,” celetuk Erri, teman yang bersama saya saat itu. Dia betul juga. Hari itu, secara serempak pedangan baso tahu hokkie jadi berpunggungan dengan namanya sendiri. Semalam sebelumnya mereka masih terparkir dengan damai di taman-taman kota, namun keesokan paginya, para polisi datang meringkus. “Yang ditinggal di jalan dianggap sampah,” tukas Pak Gint.G, komandan Seksi Penertiban.

Hari itu tanggal 13.

Apa karena angka itu kata “hoki” mendadak kehilangan makna magisnya ?

Bandung, 13 Mei 2009,

Sundea

2 comments:

Nia mengatakan...

Kalau gue cenderung enggak percaya dengan suasana magis di angka 13, mungkin tukang Hokkie memang sedang tidak ada hokinya..

Sundea mengatakan...

Hehehe ... kayak gitu, sih, seru ngehubung-hubunginnya aja, Ni ...

Lagian ... life is a mystery, isn't it ? Siapa tau, lho ... ;)