Banung Grahita, Penabung Kata-kata

Ini Banung Grahita. Temen Dea yang irit bicara. Dea sering ngerasa nama dia cocok sama sifatnya; “Banung” kan berrima dengan “menabung”, “Grahita” berrima dengan “kata-kata”. Kalo Dea terjemahin semau Dea sendiri, “Banung Grahita” artinya “menabung kata-kata”.

Waktu orang-orang bicara segala, Banung lebih banyak diem-diem aja. Bisa jadi dia nangkep banyak kata, tapi disimpenin nggak tau di mana. Kalau dipaksa ngebayar kata dengan kata, Banung paling tau cara berhemat; “Okay”, “Nggak usah”, “Nggak apa-apa”, “Mending tidur”, “Beli casing” …

Menabung kata-kata seperti menabung di bank. Semakin besar jumlahnya, semakin besar juga bunganya. Ditabung, bikin kata-kata yang ditangkep telinga Banung berbunga jadi pemahaman dan pengertian yang baik. Makanya, Banung nggak gampang kebawa arus gosip, nggak cepet menilai orang lain, dan lebih arif menyikapi peristiwa.

Karena hemat pangkal kaya, Dea yakin dalem diemnya sebenernya Banung konglomerat kata. Pada suatu saat nanti, waktu semua orang nggak lagi punya kata-kata …








… bisa jadi cuma Banung Grahita yang cukup kaya untuk berderma ^_^

Buat Banung Grahita, temen Dea yang dari kecil pengiritan kata banget.


0 comments: